PMO saat ini sudah menjadi bagian dari suatu organisasi yang mengelola multi-proyek. Peran PMO di suatu organisasi bisa berbeda dengan peran PMO di organisasi yang lain, disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Peran PMO di suatu organisasi menggambarkan mandat yang diberikan organisasi kepada PMO.
Dari beberapa ahli, berdasarkan penelitiannya banyak mendefinisikan peran dari PMO. Salah satu yang terkenal adalah Hobbs & Aubrey peneliti mengenai entitas PMO dan perkembangannya dari Kanada. Berikut kita akan coba jabarkan beberapa peran dan fungsi dari PMO.
Hobbs & Aubrey, menyebutkan ada sekitar 27 peran atau fungsi dari PMO. Dari 27 fungsi tersebut dikelompokkan menjadi 5 kelompok fungsi, yaitu :
1. Monitoring & Controlling
2. Pengembangan kompetensi dan metodologi Manajemen Proyek
3. Manajemen Multi-Proyek
4. Manajemen Strategi
5. Proses pembelajaran organisasi
Dari Project Management Instiute sendiri (PMI, 2008) menyebutkan ada 6 fungsi utama PMO untuk membantu Manajer Proyek, yaitu sbb :
1. Alokasi resource lintas proyek
2. Identifikasi dan pengembangan metodologi manajemen proyek, best practice & standard
3. Memberikan coaching, mentoring, pelatihan dan pemahaman manajemen proyek
4. Compliance-monitoring
5. Membuat kebijakan proyek, prosedur dan dokumentasi lainnya
6. Melakukan koordinasi dan komunikasi lintas proyek
Hill (2004), menyebutkan bahwa peran PMO adalah membantu baik manajer proyek dan unit entitas lain yang terkait proyek dalam menjalankan manajemen proyek praktis. Pada buku-nya Hills menyebutkan ada 20 peran atau fungsi dari PMO.
Dan terakhir yang bisa disebutkan disini adalah penelitian dari Keating (2009), menyebutkan peran dari PMO yang paling penting adalah melakukan monitoring, pengawasan dan memberikan laporan status proyek untuk membantu manajemen dalam pengambilan keputusan, dan peran PMO melakukan tata kelola proyek sesuai prosedur yang berlaku di perusahaan atau organisasi.
Referensi :
Hill,
G.M, 2004, Evolving the Project Management Office : A Competency Continuum,
Information System Management
Hobbs,
B., and Aubrey M., 2007, A Multi Phase Research Program Investigating Project Management Office
(PMOs) : The Result of Phase 1, Project Management Journal, Project
Management Institute
Keating,
D., 2009, How Does
The Project Management Office Deliver Value to the Organization, a Research
Project, National Unversity of Ireland, Galway
Project
Management Institute, 2008, A Guide to
the Poject Management Body of Knowledge (PMBOK Guide), Fourth Edition,
Project Management Institute, Inc.Pennsylvania
Senin, 29 Februari 2016
Sabtu, 27 Februari 2016
PROJECT LIFE CYCLES
Siklus hidup proyek adalah
serangkaian tahapan yang dilewati oleh sebuah proyek mulai dari tahap persiapan
sampai dengan closure proyek. Secara generik, struktur tahapan proyek dapat ke
dalam empat proses kegiatan, yaitu :
1. Proses mulai-nya proyek
2. Proses persiapan dan
organisasi
3. Proses
menjalankan pekerjaan proyek
4. Proses penutupan proyek
Proyek sendiri dapat dibagi
ke dalam sejumlah tahapan proyek. Pengertian tahapan proyek sendiri adalah
kumpulan dari beberapa aktivitas proyek yang saling berhubungan. Biasa-nya
metode seperti ini dengan tujuan bahwa pada setiap siklus hidup proyek untuk
aktivitas proyek tertentu ditentukan adanya deliverables, hasil baik dalam bentuk
produk, jasa, hasil dari aktivitas proyek dalam satu siklus hidup proyek.
Terkait bentuk hubungan antara satu phase dengan phase
yang lain (phase to phase relationships), setidak-nya ada 2 bentuk phase to
phase relationships, yaitu sbb :
1. Sequential
relationship. Suatu phase akan dimulai apabila phase
sebelum-nya sudah selesai. Ini adalah proses yang normal. Dengan model
pendekatan ini akan mengurangi ada-nya uncertanty.
2. Overlapping relationship. Pada model ini, suatu phase akan dimulai sebelum
phase sebelum-nya selesai. Bentuk hubungan model ini biasa-nya digunakan untuk
teknik fast tracking di dalam manajemen proyek, yaitu menekan jadwal proyek
dengan melakukan pekerjaan proyek secara paralel. Resiko yang perlu
di-antisipasi adalah adanya rework, apabila perkiraan informasi pekerjaan pada
phase sebelum-nya tidak akurat.
Predictive
Life Cycles
Salah satu model siklus
hidup proyek yang banyak dipakai adalah model Predictive Life Cycles. Pekerjaan
proyek secara jelas dijalankan pada setiap tahapan proyek. Biasa-nya deliverables
dalam bentuk produk dan jasa juga sudah jelas didefinisikan. Salah satu model
siklus hidup proyek yang terkenal adalah model waterfall.
Iterative
and Incremental Life Cycles
Metode ini adalah metode
pengembangan sistem melalui siklus hidup proyek yang berulang (iterative) dan
secara bersamaan berdasarkan hasil proses belajar akan ditambahkan secara
proportional (incremental) ke sistem yang dikembangkan. Pada tiap proses
pengulangan dilakukan modifikasi design kapabilitas fungsi baru ditambahkan.
Adaptive
Life Cycles
Adaptive Life Cycles
dikenal juga dengan metode Agile. Kata
kunci dari model life cycle ini adalah perubahan
yang cepat akibat respond dari permintaan user dan penyempurnaan
pengembangan suatu sistem. Pada adaptive berlaku juga proses iterative dan
incremental, perbedaannya adalah di durasi-nya yang cepat. Model Life Cycle ini
dan disebutkan sebelum-nya biasa-nya untuk proyek-proyek pengembangan Sistem
Informasi.
Agar dapat lebih jelas-nya, kita lihat Tabel Resume
masing-masing Life Cycle di bawah :
|
Topic
|
Predictive
|
Iterative
|
Adaptive (Agile)
|
|
Phases
|
Sequential, overlapping
|
Sequential,over-lapping
|
Sequential, overlapping, parallel
|
|
High-level scope
|
Yes
|
Yes
|
Yes
|
|
Detailed scope
|
At beginning of project
|
Only for each project
|
Only for each project
|
|
High-level planning
|
Yes
|
Yes
|
Yes
|
|
Detailed planning
|
At beginning of project or rolling wave
|
Only for each phase
|
Only for each phase
|
|
When used
|
Project is well understood
|
Large and complex project
|
Product is not well understood, rapidly changing
environtment
|
|
Customer involment
|
Beginning, when scope changes, and project end
|
Periodic
|
Continuous
|
Referensi
Project Management Institute, 2013, A Guide to the Poject Management Body of Knowledge (PMBOK Guide),
Five Edition, Project Management Institute, Inc.Pennsylvania
https://en.wikipedia.org/wiki/Iterative_and_incremental_development-Iterative
and incremental development
Kamis, 25 Februari 2016
7 Alasan strategis kenapa diperlukan Proyek
Untuk
mencapai sasaran dan tujuan bisnis sesuai dengan Rencana Strategis Perusahaan atau organisasi maka diperlukan Proyek. Seperti kita ketahui bahwa
proyek adalah serangkaian kegiatan untuk menghasilkan produk, jasa dan hasil
yang diinginkan (outcome) yang memiliki permulaan waktu dan akhir proyek. Rencana
strategis perusahaan adalah adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk
menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan
sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai tujuan
perusahaan. Perencanaan adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk
mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi pada masa depan,
sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat digunakan
organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja menuju 5 sampai 10 tahun
ke depan.
Dalam
buku PMBOK Guide edisi-5, disebutkan ada 7 alasan strategis kenapa diperlukan
proyek, yaitu sebagai berikut :
1. Market
demand. Adanya permintaan
pasar. Misal-nya sebuah perusahaan menjalankan sebuah proyek mengenai efisiensi
penggunaan bahan bakar mobil, karena adanya keterbatasan sumber daya minyak. Proyek
Brancheless Banking-penyediaan layanan bank tanpa harus pergi ke kantor cabang
bank, transaksi bisa dilakukan dirumah, untuk memudahkan ber-transaksi nasabah
bank, dll.
2.
Strategic opportunity/business need. Adanya kebutuhan bisnis. Contoh :
sebuah perusahaan jasa training menjalankan proyek membuat sebuah jenis
training baru untuk meningkatkan pendapatan-nya, atau implementasi proyek
aplikasi go-jek, alternatif layanan transportasi yang murah dan bisa mencapai
tujuan lebih cepat, dll.
3.
Social need. Adanya kebutuhan sosial. Misal : Proyek
penyediaan sistem air minum yang bersih dan sehat, sosialisasi kepada
masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Proyek pembangunan infrastruktur
saluran air oleh pemerintah, dll.
4.
Environmental consideration. Pertimbangan lingkungan. Contoh :
sebuah perusahaan memproduksi mobil elektrik, untuk membantu mengurangi polusi
udara, proyek pembangunan hutan kota, dll.
5.
Customer request. Permintaan konsumen. Misal : Bank
memberikan persetujuan untuk menjalankan proyek enhancement/perbaikan sistem
e-statement rekening giro, tabungan nasabah, dll.
6.
Technological advance. Kemajuan Teknologi. Contoh : proyek
untuk mengembangkan laptop, atau PC yang lebih cepat, lebih murah dan bentuk
model-nya lebih kecil, tetapi dengan memory yang lebih besar, hal ini karena
adanya kemajuan teknologi.
7.
Legal requirement. Berkaitan dengan hukum. Misal :
Perusahaan kimia, menjalankan sebuah proyek untuk membuat standar dan guideline
bagaimana cara mengatasi pencemaran berkaitan dengan limbah pabrik kimia, dll.
Didalam
praktik bisa jadi sebuah proyek dijalankan karena adanya dua atau tiga pertimbangan
tersebut di-atas. Di dalam menetapkan Strategic Planning, perusahaan atau
organisasi bisa membedakan jenis-jenis proyek berdasarkan alasan tersebut di
atas.
Bisa
juga di-kategori-kan berdasarkan proyek Revenue Generation atau Cost
Reduction, proyek Strategis, dan proyek mandatory.
Pada
ujung-nya 7 alasan strategis untuk menjalankan proyek-proyek untuk suatu
perusahaan atau organisasi merupakan faktor untuk menentukan alokasi dan
portfolio investasi yang sesuai dan
tepat untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi.
Referensi
Project Management Institute, 2013, A Guide to the Poject Management Body of Knowledge (PMBOK Guide),
Five Edition, Project Management Institute, Inc.Pennsylvania
https://id.wikipedia.org/wiki/Perencanaan_strategis
Jumat, 19 Februari 2016
Manajemen Proyek
Proyek sendiri adalah serangkaian kegiatan
untuk menciptakan produk dan jasa, yang memiliki permulaan waktu dan akhir
proyek. Akhir proyek dilakukan apabila tujuan dari proyek sudah dicapai, atau
proyek dihentikan karena tujuan proyek tidak akan tercapai, atau kebutuhan dari
proyek itu sendiri sudah tidak ada lagi. Sementara Manajemen Proyek adalah penerapan pengetahuan, keahlian, tools dan
teknik yang digunakan terhadap aktivitas proyek untuk mencapai tujuan proyek.
Sementara pengertian proses adalah sekumpulan tindakan dan aktivitas yang
dilakukan untuk mencapai hasil atau menyediakan jasa atau produk.
Berdasarkan
beberapa sumber dan literatur, implementasi ilmu manajemen proyek sudah dimulai
sejak dulu kala, terbukti dengan beberapa bangunan dan karya arsitektur yang
masih ada, seperti bangunan piramid di mesir, tembok cina, Aya Sophia di
Istanbul yang mengandung nilai seni dan arsitektur yang tinggi. Di Indonesia,
bisa kita lihat ada-nya bangunan beberapa candi seperti borobudur dan prambanan
dan banyak lagi.
Didalam
perkembangannya di era Manajemen Proyek yang lebih modern, disebut-sebut bahwa
Bapak pencetus dari Manajemen Proyek modern adalah Henri Foyal dan Henry Gantt.
Henry Foyal adalah seorang Insinyur perancis yang bekerja di perusahaan besi
dan baja. Pada penelitian dan observasi-nya meng-identifikasi-kan 5 fungsi dari
manajemen, yaitu :
1. planning;
2. organizing;
3. commanding,
4. coordinating;
dan
5. controlling.
Sementara Henry Gantt adalah orang yang dikenal
mengembangkan Gantt-Chart.
Disiplin
ilmu manajemen proyek kemudian terus berkembang, dan juga memperhatikan
perkembangan yang pesat dari teknologi
informasi. Salah satu pedoman dan standar yang sangat populer adalah PMBOK (Project Management Body of
Knowledge) yang diterbitkan oleh PMI
(Project Management Institute) yang berkedudukan di USA. Buku PMBOK ini
kemudian dikenal secara global sebagai referensi implementasi manajemen proyek
untuk industri oleh profesi manajemen proyek.
PMBOK
sudah diterima luas sebagai pedoman “best practice” di berbagai industri, yang
meng-aplikasikan knowledge, process, keahlian, tools & teknik. Selain
pengetahuan teknis manajemen proyek, PMI juga melengkapi dengan pengetahuan
Code of Ethics and Professional Conduct – Etika profesi apa yang boleh dan apa
yang tidak boleh dilakukan dalam implementasi manajemen proyek.
Rabu, 17 Februari 2016
Pengertian dan istilah PMO (2)
Setelah kita membahas mengenai istilah dan terminologi
PMO, sekarang kita akan lihat definisi dan penjelasan lebih lanjut mengenai
pengertian PMO dari beberapa sumber agar kita sama-sama mendapatkan pemahaman
yang lebih baik dan komprehensif mengenai PMO.
PMBOK (Project Management Body Of Knowledge) edisi-5
(PMI, PMBOK 5ed, 2013), memberikan pengertian Project Management Office (PMO) yang
dapat diartikan secara bebas sbb :
1. sebagai bentuk
dari struktur manajemen untuk menyelaraskan proses tata kelola berbasis proyek;
2. memfasilitasi
alokasi sumber daya, metodologi, tools dan teknik di dalam proses manajemen
multi-proyek
Selanjutnya disebutkan berdasarkan tipe organisasi-nya,
setidaknya ada 3 jenis organisasi PMO yang disebutkan oleh PMBOK, yaitu sbb :
1.
Strategic
PMO, unit PMO yang bertugas untuk melakukan identifikasi, proses pemilihan, dan
prioritas proyek dalam kaitannya dengan fungsi strategic planning organisasi
2.
Directive
PMO, unit PMO yang bertugas memberikan Guideline, Standard dan Template
penggunaan Best Practice Project Management, termasuk tools, teknik dan
software yang digunakan dalam proses project management.
3.
Support
PMO, unit PMO yang bertugas memberikan support terhadap
penggunaan best practice project management, termasuk tools, teknik dan
software yang digunakan dalam proses project management
Definisi lain dari Pinto (2010), mendefinisikan Project
Management Office (PMO) sebagai sebuah unit yang terpusat di dalam organisasi
yang tugasnya adalah meningkatkan pengelolaan proyek-proyek. PMO dapat dianggap
sebagai Center of Excellent dalam
project management di banyak organisasi atau perusahaan.
Sementara dari Cooke dan Tate (2011) menyebutkan bahwa
PMO adalah unit yang mempunyai peran untuk meningkatkan kapabilitas manajemen
proyek di dalam organisasi. Di samping itu PMO akan membantu untuk memastikan
proyek-proyek yang akan, dan sedang berjalan atau yang sudah selesai untuk
mengikuti proses tata kelola proyek sesuai dengan peraturan dan prosedur
mengenai tata kelola proyek di dalam organisasi. PMO dapat pula membuat standar,
guideline, tools dan template yang digunakan oleh proyek.
PMO adalah unit organisasi yang cukup
dinamis, yang terus berubah dari satu peranan dan struktur ke peranan dan
stuktur berikutnya. Perubahan yang terjadi bukan karena karena perubahan
karakteristik dan fungsi yang menempel di PMO, tapi lebih kepada proses
transformasi yang dinamis yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan
mandat yang diberikan untuk mencapai. Sejalan dengan teori organisasi
Kontinjensi Struktural, yang mengatakan bahwa untuk menghasilkan kinerja yang
terbaik pengelolaan manusia di dalam organisasi tergantung pada beberapa
faktor. Teori kontinjensi memberi perhatian terhadap dampak sifat lingkungan
pada struktur dan strategi organisasi, jika manajemen menghendaki hasil yang
optimal.
Referensi :
Cooke, H.S.,
Tate, K, 2011, Project Management, Second
Edition, McGraw-Hill, USA
Gudono, 2009, Teori Organisasi, Fakultas Ekonomi & Bisnis UGM, Pensil Press,
Jogjakarta.
Pinto, J.K,
2010, Project Management Achieving
Competitive Advantage, Second Edition, Pearson Education Inc, New Jersey
Project Management Institute, 2008, A Guide to the Poject Management Body of
Knowledge (PMBOK Guide), Fourth Edition, Project Management Institute, Inc.Pennsylvania
Project Management Institute, 2013, A Guide to the Poject Management Body of
Knowledge (PMBOK Guide), Five Edition, Project Management Institute, Inc.Pennsylvania
Senin, 15 Februari 2016
Pengertian dan Istilah PMO
PMO sudah menjadi fenomena baru di dunia usaha saat ini,
khususnya bagi perusahaan yang berbasis proyek (proyek –based organizations), mulai dari industri perbankan,
telekomunikasi sampai dengan industri pertambangan dan energi. Banyak
perusahaan termasuk perbankan yang memiliki unit organisasi PMO di dalam
membantu pengelolaan proyek, termasuk IT
Related Proyek sebagai unit kerja yang mempunyai tugas untuk melakukan
perencanaan, koordinasi, monitoring dan pengawasan terhadap jalannya proyek dan
memberikan laporan kepada manajemen perusahaan
Berdasarkan beberapa jurnal Manajemen Proyek, istilah entitas organisasi PMO sendiri pada awal-nya dikenal dengan nama Project office, yang kemudian menjadi PMO-Program Management Office, sebagai unit organisasi yang melakukan koordinasi multi proyek agar dapat diselesesaikan on
time, on schedule dan to scope. PMI (Project Management Institute) sendiri menyebutnya dengan PMO - Project Management Office.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hobbs & Aubrey (2007), terkait dengan penggunaan istilah ini ternyata paling banyak digunakan istilah PMO-Project Management Office (52%).
|
Entity
|
Percentage
|
|
Project Management Office
|
59%
|
|
Name containing the term "Project" and
somewhat similiar to project management office (e.g. Project departement)
|
4%
|
|
Project Support Office
|
7%
|
|
Project Office
|
2%
|
|
Program Management Office
|
12%
|
|
Center of Excellent
|
2%
|
|
No Name
|
2%
|
|
Other (a great variety with none greater than 1%)
|
12%
|
(Penelitian Hobbs, Aubrey, 2007 - Nama-nama entitas organisasi PMO)
Ternyata penggunaan istilah PMO-Program Management Office hanya sebesar 12% menurut penelitian tersebut diatas. pada akhir-nya dibanyak literatur dan penggunaan entitas tersebut di-banyak perusahaan dan instansi disebutkan saja dengan nama singkatan-nya - PMO.
Pada akhir-nya, apalah arti sebuah nama. Hal yang terpenting adalah bagaimana entitas organisasi PMO dapat memberikan value added kepada perusahaan agar sasaran dan tujuan bisnis perusahaan dapat tercapai.
Referensi :
Brown,
C.V., DeHayes, D.W.,
Hoffler, J.A., & Perkins, W.C, 2009,
Managing Information Technology,
Sixth Edition, Pearson Education, Inc. New Jersey
Hobbs,
B., and Aubrey M., 2007, A Multi Phase Research Program Investigating Project Management Office
(PMOs) : The Result of Phase 1, Project Management Journal, Project
Management Institute
Langganan:
Komentar (Atom)